Sejak Adam, dua pilihan telah mengalir melalui sejarah. Yang satu membangun nama bagi dirinya sendiri. Yang lain membawa nama Allah.
Bukan soal pengetahuan. Ini soal hidup.
“Berdirilah di jalan-jalan, lihatlah dan tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu.”Yeremia 6:16
Sudah punya bukunya?
Baca bersama Reading Companion — bab per bab, dengan pertanyaan yang meresap.
Ekosistem ini dirancang sebagai pendamping buku ini. Pengalaman paling dalam hanya bisa didapat dengan membaca Pdt. Park langsung.
Dua pilihan, dibuat dari generasi ke generasi — ketuk nama mana saja untuk lebih dalam
Garis biologis Kain berakhir pada Air Bah — tetapi prinsipnya berlanjut di setiap era.
Kejadian 4–5 · Era yang sama, dunia yang sama — dua arah yang berlawanan
Kejadian 11 · Kurva umur yang menurun — grafik spiritual, bukan biologi
Selanjutnya
Umur bapa-bapa leluhur bukan data biologi — ini grafik spiritual tentang iman dan pemisahan.
Bukan data biologi — grafik spiritual tentang iman dan pemisahan
“Penurunan tiba-tiba umur manusia hingga separuhnya berkaitan langsung dengan dosa... Eber menikmati berkat umur panjang karena ia telah melindungi imannya dan menjauhkan diri dari dosa bahkan ketika gerakan sesat untuk membangun Menara Babel sedang berlangsung.” — Pdt. Abraham Park
Selanjutnya
Di balik semua angka ini ada satu pertanyaan: seberapa dalam kamu bersedia dipisahkan?
Karya pemisahan dalam kehidupan Abraham — Bab 13, Pdt. Abraham Park
“Sesungguhnya, sejarah Israel dimulai dengan perintah Allah untuk memisahkan diri... Namun, karya pemisahan selalu disertai rasa sakit. Itu tidak bisa dilaksanakan atau bahkan dipahami tanpa air mata yang menyakitkan.” — Pdt. Abraham Park
Apa yang kamu warisi dari keluarga, budaya, atau tradisi keagamaanmu yang belum pernah kamu periksa secara pribadi di hadapan Allah — yang kamu anggap benar hanya karena selalu ada di sana?
Siapakah “Lot” dalam hidupmu — seseorang yang kamu kasihi, sesama orang percaya, yang visinya secara konsisten menarikmu ke arah lembah yang subur daripada ke arah panggilan Allah yang sesungguhnya atas hidupmu?
Apa “Ismael” yang kamu pegang — sesuatu yang kamu bangun, sebuah rencana yang kamu jalankan — yang kamu tahu dalam hatimu bukan waktu atau cara Allah, tetapi terlalu berharga untuk dilepaskan?
Apa “Ishak” dalam hidupmu — berkat sejati dari Allah yang sekarang kamu pegang begitu erat sehingga menjadi lebih sentral dari Allah sendiri? Apa artinya meletakkannya di atas mezbah?
Bukan ujian. Sebuah undangan.
Apa yang kamu lihat di sini hanya peta. Bukunya adalah perjalanan itu sendiri.